Courtesy : https://satelit.gkagloria.id/

Yesus diutus Allah untuk mewartakan Kerajaan Allah. Dalam menjalankan tugas tersebut Yesus perlu melibatkan banyak orang yang dimulai dengan panggilan murid-muridNya yang pertama yang dikisahkan dalam bacaan injil hari ini. Kisah panggilan Simon dan Andreas oleh Markus sedikit lebih lengkap dalam kisah yang dibuat oleh Lukas. Dalam Injil Lukas diceritakan bahwa Simon Petrus bersujud dihadapan Yesus oleh karena peristiwa ajaib yang dialaminya, sehingga mengikuti Yesus adalah sebagai wujud syukur atas pengalaman ajaib yang dialami. Sejak saat itu Simon Petrus dengan murid yang lain mengikuti kemanapun Yesus pergi.

Mereka mendengar apa yang disabdakan oleh Yesus. Mereka melihat dan mengalami apa yang dibuat oleh Yesus. Mereka menikmati kebersamaan dengan Yesus; mereka mengalami suka dan duka bersama Yesus. Maka ketika Yesus naik ke Surga merekalah yang menjadi saksi hidup tugas perutusan dan melanjutkan tugas perutusan untuk mewartakan Kerajaan Allah di dunia. Merekalah yang menjadi cikal bakal Gereja dan akhirnya sampai kepada kita. Peristiwa panggilan mereka oleh Yesus melalui pengalaman perjumpaan yang menimbulkan daya tarik dan kemudian memutuskan untuk meninggalkan segala sesuatu untuk mengikuti Yesus.

Sebagai orang kristiani, kita pasti mempunyai pengalaman indah tentang  kehadiran Tuhan dalam hidup. Kehadiran Tuhan dalam hidup adalah cara Tuhan untuk memanggil kita terlibat dalam mengembangkan Kerajaan Allah di dunia. Maka ketika kita mengalami kebaikan Tuhan dalam hidup, sebenarnya kita sedang dipanggil oleh Tuhan untuk mengambil bagian dalam tugas perutusanNya. Semakin sering kita mengalami kasih Tuhan dalam hidup, mestinya semakin dalam keterlibatan kita dalam kehidupan menggereja. Oleh karena itu kepekaan rohani menjadi penting untuk merefleksikan dan menyadari kebaikan Tuhan dalam hidup.

Maka pertanyaan yang harus kita refleksikan adalah bagaimana supaya kita mempunyai kepekaan rohani? Pengalaman kecil yang bisa kita lakukan adalah kebiasaan doa pribadi yang diawalai dengan saat hening, membaca kitab suci dengan lectio divina dan renungan suci serta meditasi sederhana, mengikuti ibadat dan devosi dan terutama Perayaan Ekaristi. Dengan menjalankan dan mengakrabi semuanya ini kita menjadi orang yang peka,  sehingga setiap saat kita akan selalu merasa dipanggil dan siap diutus oleh Tuhan untuk mewartakan Kerajaan Allah. Selamat merenungkan…